Pesawat DAS jatuh, 16 orang tewas

Bisnis Indonesia 09 Desember 1996
  BANJARMASIN (Bisnis): Sedikitnya 16 orang meninggal akibat pesawat Cassa 212-100 milik PT Dirgantara Air Service (DAS) jatuh di Landasan Ulin, Banjarmasin, Sabtu, sekitar pk. 15:30 karena diduga mesin pesawat itu rusak. Pesawat yang akan terbang ke Sampit itu jatuh dan menabrak bangunan pabrik PT Barox Utama Jaya-produsen gas tabung oksigen dan acetheline-beberapa menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Syamsuddin Noor. Menurut laporan Antara, dari lima belas penumpang pesawat itu, hanya satu orang-Irianto, 40-yang selamat. Pilot Kapten Herybert dan co-pilot Kapten Sofyan Noor beserta 14 penumpang lain meninggal dalam kecelakaan itu. Irianto, satu-satunya penumpang yang selamat dalam musibah pesawat Cassa tersebut, kemarin menjalani operasi di RS TNI AD Dr. Soeharsono Banjarmasin oleh tim dokter yang dipimpin Letkol CKM Dr Dedi Zamhuri. Karyawan PT Barox Utama Jaya yang selamat dari musibah tersebut, yakni Ardiansyah dan Suwasdi, kini masih dirawat di RSU Ulin Banjarmasin. Menurut Menhub Haryanto Dhanutirto, kecelakaan itu diduga karena mesin di sebelah kanan rusak dan baru diketahui setelah pesawat lepas landas. Pilot, lanjutnya, telah melaporkan kerusakan mesin itu dan minta untuk mendarat kembali di bandara. "Tindakan penyelamatan dengan kembali ke bandara itu sudah benar, tapi keburu jatuh sebelum landing ," katanya ketika meninjau lokasi jatuhnya pesawat, sekitar tiga km dari Bandara Samsuddin Noor. Kepastian penyebab kecelakaan itu, menurut Haryanto, akan diteliti oleh petugas dari Ditjen Perhubungan Udara. "IPTN yang memproduksi pesawat itu perlu dilibatkan dalam penelitian itu Penumpang yang tewas dalam musibah itu a.l. Andi Yusuf, Sukur Lais, Sugiono, Joungla, Mulyono, Yusuf Basri, HM Rifani, Abdul Manaf, Jamaah, HM Salibi, Junaedi Ardi, Sarkawi Toyib, Anton Sutiono dan Rusminah. (m10/bw) Akibat kecelakaan tersebut penerbangan Banjarmasin-Sampit-Pangkalanbun ditutup sehari. "Tapi besok pagi penerbangan pada rute itu diharapkan sudah normal kembali," kata Ahmad, staf administrasi PT DAS, kepada Bisnis tadi malam. Menurut Achmad, PT DAS melayani penerbangan dari Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin-Sampit-Pangkalanbun sebanyak 20 penerbangan per hari menggunakan dua unit pesawat Cassa 212-100. Juru bicara PT Jasa Raharja Paulus Soepardjo mengatakan para korban yang meninggal dunia akan segera diberi santunan. Bagi yang meninggal dunia akan menerima santunan sebesar Rp 40 juta per orang, luka-luka diberi santunan maksimal Rp 20 juta, dan bagi yang cacat tetap sebesar Rp 40 juta per orang, yang akan diberikan kepada para ahli waris korban. "Bila ahli waris sudah menyerahkan persyaratan administrasi, maka santunan segera diberikan," katanya kepada *Bisnis* tadi malam. Namun, lanjutnya, yang berhak mendapatkan santunan dari PT Jasa Raharja dan PT Jasaraharja Putra tersebut hanya penumpang pesawat, sementara karyawan PT Barox Utama Jaya yang meninggal atau luka-luka tidak mendapat santunan dari BUMN tersebut.


Other News